Belum punya akun? Register / Login

Dunia Pendidikan

Guna mempersiapkan implementasi dan strategi Pendidikan Menengah Universal (PMU), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), mengumpulkan praktisi dan pemangku kepentingan pendidikan dalam sebuah lokakarya nasional. Lokakarya yang mengambil tema “Modalitas dan Strategi Implementasi Pendidikan Menengah Universal” ini diadakan untuk menggali dan menghimpun seluruh sumber daya yang ada maupun analisis kebutuhan untuk implementasi PMU.

“PMU memiliki daya ungkit yang besar dan memiliki fungsi hubung yang relevansinya erat dengan indeks pembangunan manusia yang lebih baik. Tidak berlebihan jika PMU dijadikan perhatian dan hajat kita bersama,” kata Kepala Balitbang Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro saat membuka lokakarya nasional tersebut di Jakarta, Selasa (6/11/2012).

Situs www.kemdikbud.go.id memberitakan, PMU merupakan program yang ditujukan untuk perluasan akses masyarakat terhadap pendidikan menengah dan akselerasi APK pendidikan menengah. Untuk melebarkan akses tersebut, PMU memerlukan strategi dan modalitas yang memadai. Dalam lokakarya yang berlangsung dari tanggal 6-8 November 2012 ini, kata Khairil, akan dicari bagaimana memahami modalitas sumber daya dan lainnya, sehingga bisa disusun strategi.

Selain melebarkan akses masyarakat ke pendidikan menengah, PMU juga merupakan program antisipasi untuk menyambut bonus demografi Indonesia yang terjadi dari tahun 2010-2030 mendatang. Melalui PMU, kualitas tenaga kerja di Indonesia akan bergeser positif. Minimal tenaga kerja yang sekarang masih banyak yang lulusan SD, akan bergeser menjadi lulusan sekolah menengah atas.

Senada dengan Khairil, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Hamid Muhammad, dalam paparannya mengatakan, PMU memiliki manfaat lain yang signifikan. Program wajib belajar (wajar) sembilan tahun yang telah berhasil dilakukan memiliki konsekuensi logis menimbulkan pengangguran atau tenaga kerja muda baru jika tidak dilanjutkan ke jenjang berikutnya. Karena adanya wajib belajar memiliki korelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi, kesehatan, pendapatan, dan daya saing bangsa.

“PMU akan mendukung pencapaian target Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan menjawab tantangan persaingan global yang membutuhkan sumber daya manusia berpendidikan. Karena pendidikan menengah memiliki kontribusi positif terhadap kehidupan bersosial dan berpolitik,” katanya.

Lokakarya ini juga akan mengelaborasi strategi-strategi implementasi PMU. Strategi tersebut mengacu pada pencapaian target APK pendidikan menengah sebesar 97 persen pada 2020 mendatang. (www.upi.edu).

Ditulis oleh Radius Post 2012-10-08 21:48:59

Artikel Terkait