Belum punya akun? Register / Login

Adab kepada Tetangga

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah mereka yang terbaik kepada sahabatnya dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah mereka yang terbaik pada tetangganya” (HR Tirmidzi, Ad Darimi, dll)

Dari hadits ini Rasulullah ingin mengajarkan kepada kita sebagai umatnya, bagaimana seharusnya sikap kita kepada sahabat atau tetangga kita. Kita diciptakan oleh Allah sebagai makhluk sosial yang hidup di tengah-tengah masyarakat, tentunya sangat mustahil jika kita hidup menyendiri tanpa membutuhkan sahabat atau tetangga. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kepada kita untuk saling membantu/tolong menolong dalam kebaikan dan takwa. Allah berfirman:

“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa...” (Al Maidah:2)

Sehingga muncul pertanyaan bagaimana caranya agar kita bisa bekerja sama dengan baik dengan sahabat atau tetangga kita?

Ada 2 hal yang diajarkan oleh Rasulullah:

1.  Meninggalkan segala perkara yang memudaratkan tetangga

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah dia sakiti tetangganya” (HR. Bukhari)

Sungguh mulia apa yang diajarkan oleh Rasulullah ini. Hal ini penting dan kita menyadari bahwa tidak akan mungkin ada kerja sama yang baik jika antara pihak-pihak yang akan bekerja sama tidak saling mendukung, tidak saling percaya, dll. Begitu pentingnya hal ini, sehingga Rasulullah pernah bersabda bahwa tidak beriman seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari keburukannya

2.  Berbuat baik kepada tetangga

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berbuat baiklah kepada tetangganya” (HR. Bukhari)

Sikap yang ini adalah kebalikan dari sikap yang pertama. Sikap inilah yang harus kita bina di tengah-tengah masyarakat kita. Bisa kita lakukan dengan cara mengucapkan salam jika saling bertemu, saling memberikan hadiah, saling mengunjungi, saling membantu, atau minimal memberikan senyuman pada tetangga saat berpapasan, dll

Jika kedua hal ini bisa kita lakukan, niscaya kita akan merasakan tentramnya hidup bertetangga. Kita akan merasa betah hidup berlama-lama di lingkungan tersebut sehingga kita akan merasa sangat kehilangan jika harus pindah dari lingkungan itu.

Semoga ini bisa jadi introspkesi bagi kita, bagaimana muamalah kita selama ini dengan sahabat atau tetangga kita. Banyak orang beranggapan bahwa kehidupan di perumahan solidaritasnya kurang, bersikap individualis, saling acuh, karena masing-masing memiliki aktivitas yang menyita banyak waktu sehingga walaupun rumahnya bergandengan sangat jarang sekali bertegur sapa. Hal ini dapat kita minimalisir dengan kita sholat berjamaah di masjid, karena disitulah kita bisa saling memberikan salam dan bertegur sapa minimal 3 kali (maghrib, isya’, dan subuh)

Ditulis oleh Admin 2013-10-17 05:37:03

Artikel Terkait